Kampung Warna-Warni Desa Burai, Destinasi Wisata di Ogan Ilir Sumsel

  • Whatsapp
Kampung Warna Warni Desa Burai. (indralayapost)

GoEkspos.com – Setelah menikmati destinasi wisata di Kota Indralaya seperti Taman Pancasila, Kampus Unsri, Pesona Tanjung Senai, Danau Teluk Seruo, dan Danau Teluk Putih Sakatiga, selanjutnya wisawatan bisa berkunjung ke Desa Burai Darusalam, Kampung Warna-Warni yang letaknya sekitar 15 menit perjalanan darat dari Indralaya, ibukota Kabupate Ogan Ilir (OI).

Sebetulnya lebih asyik menuju ke Burai dengan naik speedboat atau motor air dari Jembatan Pesona, menyusuri Sungai Kelekar dengan jarak tempuhnya bisa 30 menit-1 jam. Di kampung yang dikenal agamis tersebut, kita bisa bersantai sejenak. Atau bisa juga naik perahu wisata di area lebak desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Sambil bersantai, wisatawan juga bisa menikmati berbagai makanan seperti kerupuk kemplang ikan gabus, pempek, model dan tekwan made in Burai. Atau Anda bisa juga berenang dan memancing iwak (ikan) air tawar.

Masyarakat desa ini cukup ramah, dan familier dengan wisatawan yang datang berkunjung. Kalau mau sholat, di tengah desa di pinggir sungai, ada mesjid yang cukup representatif. Untuk memancing sambil menikmati pemandangan area lebak yang cukup indah, selanjutnya Anda juga bisa berkunjung ke desa sebelahnya, yakni Desa Sentul.

Pusa menikmati keindahan kampung Burai, wisatawan bisa berkunjung ke destinasi wisata kerajinan di Kecamatan Tanjung Batu yang sudah dikenal luas. Untuk kesini wisatawan bisa menggunakan kendaraan sendiri menyusuri jalan yang kiri kanannya berpanorama kebun tebu milik PG Cinta Manis.

Sampai di Desa Tanjung Batu Seberang Anda akan menyaksikan rumah-rumah knockdown (bongkar pasang) untuk dijual. Konon dulu rumah kayu tersebut pernah dibawa ke Eropa (Spanyol) karena ada yang pesan. Dan kalau di dalam negeri antara lain pernah dibawa ke Bali dan Lombok.

Bagi yang mau wisata ziarah, dapat melanjutkan ke Desa Senuro. Di sini wisatawan bisa berziarah/berkunjung ke Makam Putri Pinang Masak dan para pengawalnya. Konon sang putri yang cantik jelita ini terdampar ke Senuro untuk menghindari kejaran “Londo” yang ingin menjadikannya selir. Desa ini juga dikenal akan karya-karya kerajinan dari bambu dan rotan yang menjadi khas daerah ini seperti seruo, pengilar, serkap dan lainnya.

Tapi bagi yang akan lanjut menikmati wisata kerajinan, dapat meneruskan ke Desa Tanjung Tambak dan Desa Sritanjung dengan kerajinan dari purun dan sulaman. Wisatawan juga bisa ke Desa Sribandung, mampir ke Ponpes tertua di OI dengan khas asrama gubuk. Dulu di bawah tahun 85, Ponpes ini sangat terkenal.

Perajin Emas Tanjung Batu
Jika kembali ke Kelurahan Tanjung Batu, di sini bisa dilihat para perajin emas. Silahkan juga kalau mau pesan. Kemudian wisatawan akan diajak ke desa sebelahnya, Tanjung Atap. Di sini banyak perajin aluminium, untuk peralatan dapur/rumahtangga. Dan jangan lupa sebelum beranjak dari Desa Tanjung Atap, wisatawan bisa menikmati objek wisata alam yang dikenal dengan nama Ancol OI untuk bersantai ria melepas penat.

Dari Tanjung Atap, jangan lupa berkunjung ke Desa Tanjung Pinang dan Limbang Jaya. Di desa ini wisatawan akan menyaksikan para perajin Pandai Besi dan Tenun songket. Dari sinilah berbagai alat pertanian seperti ‘parang’, pisau, cangkul, sekop, linggis, tangkuit, pahat danlainnya di produksi.

Begitu juga berbagai jenis songket di produksi dari desa ini, selain dari Desa Tanjung Laut dan Muara Penimbung (Kecamatan Indralaya). Produk songket di kota Palembang juga banyak diproduksi dari OI ini.

Nah bila beranjak senja, sebaiknya wisatawab pamit mundur, dan usahakan sholat magrib di Masjid Bayumi Wahab di Desa Tanjung Sejaro (alm.Bayumi tokoh masyarakat dan tergolong orang ‘mampu’ yang berasal dari OI dan berkiprah bisnis cukup disegani di Sumsel).

Ke depan sebaiknya di Indralaya dibangun pasar/showroom produk-produk kerajinan OI, seperti Pasar Seni di Martapura, Kalimantan Selatan. Jadi bagi yang tidak sempat melihat ke desa-desa tadi, cukup beli di showroom tersebut. Juga sebagai daya tarik orang mampir ke Indralaya. (Iklim Cahya/Pemerhati Ogan Ilir)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *