Kasus Covid-19 di Indonesia, Hari Ini Tambah 5.990 Orang

  • Whatsapp
Jumlah terpapar, penanganan, dan penyebaran Covid-19 di Indonesia pada 9 September 2021. (@BNPB_Indonesia)

GoEkspos.com – Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, kembali memperbarui perkembangan terkini (24 jam terakhir) pandemi yang disebabkan infeksi virus SARS-CoV-2 di Tanah Air pada Kamis (9 September 2021).

Melalui data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Satgas Penanganan Covid-19 mengumumkan pekembangan kasus positif di Indonesia dengan jumlah total menyentuh angka 4.153.355 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.887.410 orang telah sembuh dan sebanyak 138.116 orang lainnya meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan saat ini kasus aktif Covid-19 di Indonesia masih ada 127.829 orang setelah ada penurunan sebanyak 4.994 orang pada hari ini. Kemudian pemerintah sudah memeriksa sebanyak 231.278 spesimen dan 180.998 suspek.

Satgas Penanganan Covid-19 dalam rilisnya menyebutkan ada 148.458 orang diperiksa terkait virus corona. Rinciannya, 37.282 orang menggunakan PCR, 537 orang menggunakan TCM dan 110.639 orang dengan antigen. Dari jumlah tersebut sebanyak 5.990 orang dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan, 142.468 orang lainnya negatif virus corona.

Penambahan kasus positif Covid-19 paling banyak berasal dari Jawa Tengah, dengan 534 orang. Kemudian disusul Jawa Barat (517), Jawa Timur (508), Sumatra Utara (431), dan DKI Jakarta (308). Sedangkan Kalimantan Timur (273), Kalimantan Barat (268), Kalimantan Selatan (241), Aceh dan Bangka Belitung (masing-masing 230).

Selain itu, pada hari ini tercatat ada sebanyak 10.650 orang sembuh dari Covid-19. Provinsi yang mencatat pasien sembuh terbanyak hari ini adalah Sumatra Utara dengan 900 orang. Kemudian Jawa Timur (848), Jawa Barat (712), DI Yogyakarta (657), dan Jawa Tengah (649).

Di sisi lain, Satgas Covid-19 melaporkan pada hari ini tercatat 334 orang meninggal karena virus corona. Jawa Tengah menjadi provinsi penyumbang terbesar kasus kematian yakni sebanyak 78 orang, diikuti Jawa Timur dengan 45 orang, Riau (22), Lampung (20), DI Yogyakarta (18), Kalimantan Timur dan Bali (masing-masing 16).

Satgas Penanganan Covid-19 juga mengumumkan jumlah orang yang sudah menerima vaksin virus corona dosis pertama bertambah menjadi 70.322.560 orang (ada penambahan 1.128.021orang). Kemudian yang menerima dosis kedua ada 40.362.820 orang (ada penambahan 641.249 orang). Yang sudah menerima dosis ketiga ada 746.268 orang (ada penambahan 8.931). Dosis ketiga vaksin Covid-19 ini hanya diberikan kepada tenaga kesehatan.

Genjot Program Vaksinasi
Di tengah pengendalian kasus covid melalui PPKM berdasarkan level, pemerintah diketahui terus menggenjot program vaksinasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota berani menjatuhkan sanksi kepada masyarakat umum yang mendapat vaksinasi virus corona (Covid-19) dosis tiga alias booster.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, segala bentuk pengawasan terkait pelaksanaan vaksinasi baik dosis satu dan dua, serta booster kewenangan pemda. “Ini fungsi pembinaan dan pengawasan vaksinasi booster ada pada provinsi dan kabupaten/kota ya, serta bila menyalahi ketentuan bisa bersama dengan penegak hukum (memberi sanksi),” kata Nadia.

Upaya lainnya, pemerintah kembali mengingatkan bahwa disiplin memakai masker dan mengikuti program vaksinasi Covid-19 merupakan bagian dari upaya hidup sehat dan proteksi diri di tengah pandemi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro menyatakan, ada 3 hal yang bisa jadi pelajaran dari wilayah level 2 yang masih konsisten menjaga pengendalian pandemi.

Hal pertama, adalah mengenakan masker dan menggiatkan protokol kesehatan (prokes). Selain mencegah paparan droplet, dengan memperhatikan tingkat filtrasi dan efektivitas, masker juga menjadi alat perlindungan dari polusi.

Kedua, vaksinasi. Tak hanya untuk lansia dan penyandang disabilitas, vaksinasi tenaga pendidik sebagai pendukung pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai digelar kembali juga harus dipercepat.

Terakhir, adalah membatasi dan menyeleksi mobilitas menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk ke fasilitas umum. Aplikasi ini disebut berhasil menyeleksi ratusan ribu orang yang seharusnya beristirahat di rumah, dan sebaiknya tidak melakukan aktivitas di ruang publik. (goe)


Laporan media harian tentang penyebaran dan penanganan Covid-19 di Indonesia pada 9 September 2021. (@BNPB_Indonesia).
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *