Pemerintah Pastikan Sembilan Vaksin Covid-19 di Indonesia Aman

  • Whatsapp
Vaksin Covid-19 Johnson and Johnson atau Janssen. (detik)

GoEkspos.com – Pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak ragu dengan ketersediaan dan keamanan vaksin. Pemerintah memastikan semua vaksin yang digunakan di Indonesia aman karena telah mendapatkan Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).

Sampai hari ini ada 9 vaksin Covid-19 yang telah menerima EUA dari Badan POM RI. Terakhir pada 7 September lalu, Badan POM telah memberikan EUA kepada Vaksin Covid-19 Johnson and Johnson atau Janssen dan vaksin CanSino.

Kedua vaksin tersebut menyusul tujuh vaksin lain yang telah mendapatkan EUA lebih awal, yaitu Sinovac, Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V. Masyarakat diminta tidak perlu ragu lagi dan dapat menyegerakan vaksinasi untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, termasuk keluarga dan orang terdekat.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menegaskan, semua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah dipastikan keamanannya dan khasiatnya oleh Badan POM.

“Hadirnya beragam jenis vaksin Covid-19 di Indonesia ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan ketersediaan vaksin. Seluruh dunia sangat memerlukan vaksin COVID-19 saat ini, dan Indonesia memerlukan 400 juta lebih dosis vaksin. Oleh karenanya, pemerintah berupaya mendapatkan vaksin dari berbagai produsen,” kata Johnny G. Plate, Sabtu (11 September 2021).

Sementara, pakar Imunisasi, dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH. DSc terus mendorong pemerintah untuk memperluas cakupan vaksinasi, khususnya di daerah dengan tingkat kasus Covis-19 paling tinggi. Daerah padat penduduk dengan mobilitas masyarakat yang lebih tinggi umumnya dinilai memiliki risiko penyebaran kasus Covid-19 lebih tinggi.

“Dengan cara ini otomatis cakupan imunisasi akan lebih cepat meningkat dibanding vaksin yang ada di distribusi secara merata,” ujarnya.

Doktor Bidang Penelitian Pelayanan Kesehatan dari Erasmus University, Belanda ini mengingatkan bahwa varian delta jauh lebih cepat menular dan perjalanan penyakit dua kali lebih cepat dan mematikan.

Masyarakat yang masih enggan divaksin diharapkan dapat memahami bahwa vaksinasi akan sangat membantu mereka menghindari risiko kesehatan yang lebih parah akibat infeksi Covid-19 varian Delta. “Sebanyak 99 persen kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat terjadi pada mereka yang belum diimunisasi, kelompok anti vaksin, dan anti masker,” tegasnya. (goe)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *